Makin meningkatnya laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtPA), masih ditemukannya kasus kehamilan remaja tidak direncanakan, membawa kita pada kesadaran bahwa Nusa Tenggara Timur, atau bisa jadi Indonesia, masih tidak baik-baik saja. Bagaimana fakta sebenarnya? Dan, bagaimana pemimpin agama dalam hal ini komunitas gereja menyikapinya?