


Membakar Api Semangat Stop BABS
November 26, 2024


Sinergi Bersama Akhiri Tuberkulosis!
Januari 31, 2025Kembangkan Potensi Tanaman Herbal di Desa Untuk Peningkatan Kesehatan
Desa Watumbelar terletak di bagian selatan Sumba Timur, dan berbatasan dengan Desa Umamanu bagian selatan, Desa Bidipraing bagian timur, Desa Kangeli bagian utara dan bagian barat berbatasan dengan Kondamaloba. Sebagian besar penduduk di Desa Watumbelar, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur bekerja sebagai petani dan peternak karena potensi sumber daya alamnya juga sangat melimpah.
UPKM/CD Bethesda YAKKUM hadir sebagai mitra di Desa Watumbelar ini untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu, tim penggerak PKK Desa, tenaga kesehatan desa serta Pemerintah Desa melalui beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain, workshop visioning desa, dan dilanjutkan pelatihan PRA dan SALT.


Pelatihan yang dilakukan oleh UPKM/CD Bethesda YAKKUM melibatkan beberapa unsur yang ada di desa, seperti Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM), kader kesehatan, KPM, perawat desa, tim penggerak PKK Desa, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat. Melalui kegiatan ini, terbentuklah 10 orang tim SALT yang akan melakukan kunjungan rumah untuk menggali potensi, kekuatan, perhatin dan mimpi yang di miliki keluarga.
Hasil dari kunjungan ke rumah-rumah warga yang menjadi taget sasaran akan kemudian direfleksikan dan direkap dalam bentuk gambaran potensi warga dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, hasil perumusan kunjungan SALT akan dibawa pada saat pertemuan Dusun untuk dibahas sesuai isu kesehatan yang ditemukan. Pertemuan dusun ini akan merumuskan kegiatan yang akan menjadi Rencana Aksi Dusun. Selanjutnya, Rencana Aksi Dusun akan dibawa pada saat pertemuan desa sehingga menjadi isu bersama tingkat desa untuk menjadi usulkan kegiatan yang dilaksanakan. Saat pertemuan desa, terbentuklah 10 orang kader pelayanan kesehatan desa yang terdiri dari kader Posyandu, dan kader ini lah yang akan membantu dalam proses kegiatan di desa. Dari rumusan Rencana Aksi Desa yang sudah dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan bersama dengan potensi yang ada di desa, maka muncullah pelatihan pengolahan pangan lokal, pelatihan pengolahan obat tradisional, sosialisasi kesehatan ibu dan anak, sosialisasi penyakit tidak menular dan penyakit menular. Selain itu juga muncul lah sosialisasi sanitasi total berbasis masyarakat agar dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bagi masyarakat akan pentingnya kesehatan.


Dari beberapa hasil pelatihan yang sudah dilakukan, banyak yang bercerita bahwa pelatihan obat tradisional (minyak urut) sangatlah bermanfaat bagi Masyarakat. Selain itu, Masyarakat juga merasakan manfaat yang dihasilkan dari penggunaan minyak urut untuk Kesehatan. Salah satu pengguna minyak urut, yaitu Elisabet (Mama Nyora) bercerita bahwa ia memiliki gatal-gatal di badan, dan ketika pulang dari sawah selalu merasa kecapean. Akhirnya, beliau mencoba untuk menggunakan minyak urut untuk dioleskan pada bagian yang gatal dan sakit. Hasilnya, minyak urut tersebut bermanfaat untuk mengurangi gatal- gatal di badan dan tidur pun terasa lebih nyenyak.
Dari cerita itu, seorang perawat desa, Yulithan Amah, A. Md. Kep. mencoba membangun diskusi dengan beberapa kader Posyandu dan ibu dusun untuk memulai berswadaya untuk mengembangkan produksi minyak urut. Dari diskusi yang dibangun bersama kader kesehatan, tim SALT, PKK desa dan perawat desa membuahkan hasil kesepakatan bersama untuk membentuk kelompok pengelola herbal Desa Watumbelar. Dalam proses terbangunnya kelompok pengelola herbal, tergabung juga beberapa lansia yang ikut mengambil bagian dalam pengelolaan herbal.


Potensi yang tersedia di Desa Watumbelar adalah tanaman herbal yang melimpah. Dengan adanya potensi itu, maka masyarakat bersepakat untuk memulai proses produksi minyak urut dari bahan yang dikumpulkan secara swadaya oleh semua anggota kelompok. Tak berhenti disitu, kelompok bersepakat untuk membangun kebun herbal kelompok yang berlokasi di Dusun II salah satu lahan anggota kelompok.
Saat ini, kelompok sudah berhasil memproduksi minyak urut hasil swadaya kelompok. Minyak urut yang sudah diproduksi oleh kelompok tidak hanya dijual dalam Desa Watumbelar, akan tetapi sudah dijual ke luar Desa Watumbelar dan kecamatan lain. Banyak pula pengakuan dari penggunaan minyak oles dari konsumen. Salah satu cerita yang diberikan oleh beberapa konsumen adalah sebelumnya mereka lebih sering menggunakan minyak dengan harga yang lebih mahal, yaitu minyak GPU (Gosok Pijat Urut) ketika badan terasa pegal-pegal. Namun dengan adanya minyak urut yang diproduksi oleh kelompok Narwastu, mereka merasa lebih hemat karena harga minyak ini lebih murah dan manfaatnya pun tetap bagus. Saat ini. kelompok herbal Narwastu Desa Watumbelar sudah memanen hasil kebun untuk membuat minyak urut periode selanjutnya. (Elias Maku Eluhana)