logo weblogo weblogo weblogo web
  • Profil
  • Program
    • Project Yang Sedang Dikerjakan
    • Project Yang Sudah Dikerjakan
  • Artikel
    • Berita
    • Cerita Perubahan
  • CDB Podcast
  • Penyehatan Tradisional
  • Usaha Mandiri
    • Training Center
    • Pekarya Kesehatan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
✕
No results See all results

Sabun Herbal Tetalising Desa Dapitau

Perwakilan anggota Kelompok Sabun Herbal Tetalising Desa Dapitau

Pemberdayaan masyarakat desa merupakan salah satu target capaian dari program UPKM/CD Bethesda YAKKUM dengan tujuan meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam memaksimalkan potensi lokal desa. Pemanfaatan potensi lokal yang ada di desa untuk menjawab segala persoalan mesyarakat desa menjadi sangat penting, tinggal bagaimana memberdayakan masyarakat desa dengan kemampuan serta keterampilan yang memadai sehingga bisa digunakan untuk kehidupan mereka.

Mengingat pentingnya hal tersebut, maka UPKM/CD Bethesda YAKKUM terus menciptakan berbagai inovasi terkait pemberdayaan berbasis potensi lokal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan kesehatan diantaranya adalah pelatihan mengolah bahan herbal menjadi produk sabun herbal yang tentunya memiliki manfaat kesehatan dan juga ekonomi.

Salah satu desa yang mendapat pelatihan pembuatan sabun herbal adalah Desa Dapitau di Kecamatan Alor Tengah Utara. Jenis sabun yang dibuat adalah sabun padat herbal yang bahannya terdiri dari tanaman herbal seperti daun gandarusa, ketepeng cina, kunyit, sere, daun kelor, daun papaya, daun mimba dan daun siri.

Proses pembuatan Sabun Herbal oleh kelompok sabun herbal Tetalising Desa Dapitau

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Dapitau menggunakan Dana Desa. Sementara UPKM/CD Bethesda YAKKUM sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Peserta sangat antusias mengikuti pembuatan sabun herbal dan mereka sepakat membentuk kelompok sabun herbal di Desa Dapitau tindak lanjut dari kegiatan pelatihan.

Kesepakatan membentuk kelompok ini bermula dari kesepakatan untuk mengembangkan sabun herbal di desanya. Ada enam orang ibu-ibu sebagai anggotanya dan menamakan kelompok mereka "TETALISING". Anggota kelompok TETALISING sepakat untuk melakukan iuran berupa uang untuk membeli beberapa bahan pendukung seperti minyak kelapa, minyak sawit dan soda api. Setelah itu mereka mulai berproses melakukan pengembangan sabun herbal .

Peran dari Pemerintah Desa Dapitau sangat besar. Dengan mengalokasikan Dana Desa untuk membeli alat-alat pendukung seperti cetakan sabun, mixer, ceret ukur dan timbangan digital yang diserahkan kepada kelompok yang ingin mengembangkan sabun herbal.

Setelah proses pembuatan selesai, kelompok TETALISING mulai melakukan penjualan sabun tersebut menggunakan media sosial (facebook). Sasarannya adalah anak- anak dan orang dewasa. Mereka mulai menjual produk mereka di dalam desa maupun desa- desa tetangga bahkan sampai di kawasan perkotaan. Produk sabun terjual habis dalam kurun waktu tidak lebih dari seminggu. Sebagian besar uang hasil penjualan sabun digunakan kembali untuk pengembangan kelompok, dan sisanya disimpan ke kas kelompok. Hasil produk sabun herbal kelompok TETALISING juga diikutsertakan dalam kegiatan Expo Alor yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Alor.

Beberapa anggota masyarakat seperti ibu-ibu yang memiliki anak dan orang dewasa yang menggunakan sabun tersebut merasakan manfaatnya dengan memberikan testimoni terkait dampak yang dirasakan setelah beberapa kali menggunakan sabun herbal tersebut untuk mengatasi beberapa penyakit kulit.

Dalam perjalanannya, kelompok TETALISING juga mengalami kendala-kendala seperti terbatasnya waktu karena masing-masing anggota juga memiliki kesibukan lain, seperti mengurus kebun, dan mengurus rumah tangga. Kelompok ini juga mempunyai rencana ke depan yaitu mereka ingin memiliki alat-alat pembuatan sabun, memiliki surat izin berusaha dan mempunyai kemasan sabun sendiri.

Melihat peluang sabun herbal ini sangat baik, maka Pemerintah Desa Dapitau berkomitmen untuk selalu mendukung setiap kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. “Kami siap untuk bekerja sama dengan UPKM/CD Bethesda YAKKUM dan siap mendukung setiap program pemberdayaan, karena memiliki tujuan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat di desa," kata Kepala Desa Dapitau, Abimalek Fankari. (Richard Padama)

Share

Related posts

VCT Mobile Service in Belu Regency

Mei 12, 2026

Kolaborasi dan Kreativitas: Kunci Atasi Kesenjangan Layanan Kesehatan


Read more
April 7, 2026

Desa Digital: Pelayanan Cepat Dan Akurat Di Desa Umamanu


Read more
Maret 9, 2026

Digitalisasi Desa Umamanu: Langkah Besar Menuju Pelayanan Publik yang Transparan dan Modern


Read more

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

UPKM/CD Bethesda YAKKUM

Rumah Sakit Tanpa Dinding

@2026

    • No translations available for this page