
Berita
Maret 18, 2025
Syarat ketahanan pangan masyarakat menurut Food and Agriculture Organization (FAO) yaitu bagaimana kapasitas masyarakat dalam menyediakan, baik menghasilkan maupun menyimpan pangan dalam jumlah dan kualitas yang memadai dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Dalam hal ini, perlu keanekaragaman pangan agar masyarakat mampu mencukupi ketersediaan pangan untuk menjaga keberlanjutan pangan sendiri. Keanekaragaman pangan tidak hanya berfungsi dalam mencegah kerawanan pangan, namun juga dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga dan menjaga kesehatan tubuh. Kandungan zat gizi bisa ditemukan dalam beragam pangan, sehingga dibutuhkan jenis pangan yang beragam pula untuk memenuhi gizi seimbang. Oleh sebab itu, keragaman pangan penting bagi kesehatan. Bagaimana sebenarnya ketersediaan bahan pangan lokal? Bagaimana pula cara pengolahannya agar bahan pangan lokal yang tersedia bisa diolah menjadi makanan yang beragam? Adakah teknologi pengolahan bahan pangan lokal sederhana yang bisa digunakan masyakarat untuk penganekaragaman pangan tersebut?
Maret 18, 2025
Beberapa kajian dokumen menunjukkan bahwa sektor komunitas memiliki peran yang cukup strategis dalam pengendalian HIV dan AIDS. Tidak hanya dalam upaya promosi dan pencegahan, namun saat ini semakin banyak kelompok masyarakat yang berperan dalam pendampingan kepada Orang dengan HIV (ODHIV). Dua kelompok masyarakat yang secara nyata telah berkontribusi dalam isu HIV di kabupaten Belu adalah Warga Peduli AIDS (WPA) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS). Lantas seperti apa gambaran nyata peran penting WPA dan KDS dalam pengendalian HIV dan AIDS di Kabupaten Belu?
Februari 25, 2025
Kelompok Dasawisma Karang Berhias berada di Desa Tanaraing, Kecamatan Rindi dengan jumlah anggota 10 orang yang diketuai oleh Ibu Yuliana Kudji Lingu. Kelompok berfokus pada pembuatan minyak urut atau yang biasa disebut dengan GPU nyaman, instan kunyit dan instan jahe serta minuman asam.
Februari 11, 2025
Salah satu fokus Pemerintah Pusat saat ini adalah pencegahan stunting. Hal ini juga yang menjadi fokus Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur untuk menggerakkan seluruh kekuatannya sampai mewajibkan seluruh Aselon II untuk menjadi orang tua asuh pada anak dengan gizi kurang, gizi buruk dan stunting.
Januari 31, 2025
Isyanah Alex Udju, A.Md., Kep. merupakan pengelola TB (Tuberkulosis) di Puskesmas Tanaraing, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur. Dalam kesehariannya sebagai pengelola TB di Puskesmas, ia selalu mencari cara untuk mengatasi TB yang terjadi di Kecamatan Rindi. Salah satu yang paling sering dilakukan adalah memberikan pemahaman
kepada masyarakat tentang TB.
Januari 15, 2025
UPKM/CD Bethesda YAKKUM hadir sebagai mitra di Desa Watumbelar ini untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu, tim penggerak PKK Desa, tenaga kesehatan desa serta Pemerintah Desa melalui beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain....
November 26, 2024
Saat ini, masih ada lebih dari 68 rumah tangga yang belum memiliki jamban. Selain itu, ...
November 19, 2024
Meski kasusnya cukup tinggi, namun belum semua desa di wilayah perbatasan di Kabupaten Belu memiliki alokasi anggaran untuk program pengendalian HIV dan AIDS. Desa Leosama merupakan salah satu [...]
November 11, 2024
Berawal dari keprihatinan melihat beberapa teman yang sakit dan
kemudian meninggal karena AIDS, saya memutuskan untuk memberikan edukasi tentang HIV dan AIDS kepada [...]









